Artikel ini adalah follow-up dari artikel sebelumnya mengenai pengkodisian keterbatasan dana. Bagi pebisnis internet, manajemen penghasilan termasuk hal yang gampang-gampang susah. Kenapa? Berbeda dengan orang yang memiliki pekerjaan tetap, pekerjaan di dunia maya menuntut kita sebagai pebisnis internet untuk terus berinvestasi demi mengembangkan jaringan bisnis internet yang kita miliki. Dengan demikian, kita harus pandai dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran kita, agar tidak besar pasak daripada tiang.
Tentu saja, bagi yang sudah mendapatkan penghasilan di atas rata-rata, materi ini tidak diperlukan lagi. Lha wong earning sudah berlimpah, hehehe. Tapi bagi yang masih berjuang merintis dolar demi dolar, saya yakin tips berikut ini akan sangat bermanfaat.
Cekidot.
1. Di setiap awal bulan (setelah ‘gajian’), pisahkan dana yang masuk menjadi dua bagian, dengan porsi 1:4. Simpan yang 25% ke dalam rekening tabungan Anda dan gunakan sisanya untuk mengembangkan bisnis internet Anda. Bisa untuk membangun situs baru, meningkatkan skill dan pengetahuan Anda, dan sebagainya. Tentu saja, dana yang dimaksud di sini adalah dana bersih, setelah dipotong berbagai pengeluaran bulanan yang ada serta persiapan kebutuhan selama 1 bulan berikutnya. Intinya, apa pun yang terjadi, usahakan tetap ada dana yang Anda sisihkan untuk ditabung.
2. Apabila penghasilan sudah cukup besar, Anda bisa memisahkan dana tabungan tersebut menjadi dua bagian. Yang satu disimpan dalam bentuk rekening tabungan biasa, sedangkan yang satu lagi dalam bentuk deposito atau tabungan berjangka. Gunanya agar Anda juga memiliki tabungan masa depan y ang tidak dapat diganggu-gugat.
3. Untuk dana yang digunakan untuk keperluan pengembangan bisnis internet, fokuskan pada investasi ilmu. Kenapa? Karena investasi ilmu akan membantu mempercepat tercapainya kondisi work smart. Ingat, tujuan akhir Anda adalah untuk bekerja secara smart, bukan hard. Investasi ilmu juga dapat membantu menghemat pengeluaran Anda di kemudian hari. Percayalah apa kata Rudi, hehehe. Tapi jika Anda belum memiliki komputer dan koneksi internet sendiri, sangat disarankan untuk memenuhinya terlebih dahulu.
4. Terkadang, lebih cerdas untuk menginvestasikan dana lebih untuk sesuatu yang aman dalam jangka panjang, ketimbang terlalu pelit di awal untuk sesuatu yang tidak bertahan lama. Biaya hosting misalnya. Jika Anda paham cara kerja dan sistem bisnis web hosting (melalui investasi ilmu), maka Anda pasti akan paham juga bahwa hosting yang murah bukanlah hosting yang mampu bertahan lama. Silahkan dicari sendiri deh alasannya :)
5. Jangan mudah terbuai untuk membeli produk-produk digital yang belum jelas manfaatnya. Jika benar-benar ingin membelinya, cari partner untuk patungan dana agar lebih hemat.
6. Manfaatkan grup mastermind untuk bertukar ilmu, pikiran, dan bekerjasama, yang pada akhirnya dapat menghemat pengeluaran.
7. Alokasikan selalu dana cadangan, baik bagi kehidupan sehari-hari maupun bisnis internet Anda. Ingat, bisnis internet penuh dengan ketidakpastian. Server hosting yang Anda bisa miliki bisa saja tiba-tiba meledak dan mengakibatkan hilangnya seluruh situs Anda. Mau tidak mau, butuh biaya lagi untuk membangun situs tersebut kembali. Dan pastinya, akan berpengaruh juga pada penghasilan Anda di bulan tersebut.
Itu dulu deh untuk sekarang. Seperti biasa, silahkan jika ada yang mau menambahkan :) copied from: cosaaranda.com
Selasa, 15 Desember 2009
manajemen bisnis via internet
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar