Jumat, 11 September 2009

Laptop + 6 Juta dari Lomba Essay Nasionalisme

Nasionalisme dan kepemimpinan hanyalah kata-kata kosong sampai kita mengisinya dengan gagasan, sikap kritis, pengalaman, harapan. Sebagai individu, juga sebagai bagian dari bangsa, masing-masing kita memiliki tafsir yang khas atas kedua konsep besar itu.
Kompetisi Esai untuk Mahasiswa 2009 “MENJADI INDONESIA”, kerja sama Tempo Institute dan Sekretariat Dewan Ketahanan Nasional, ini digelar dalam rangka memperingati delapan windu Indonesia merdeka.
Kompetisi ini adalah sebuah ikhtiar membuka kran penafsiran gagasan nasionalisme dan kepemimpinan di kalangan kaum muda. Kaum muda, dari berbagai latar belakang budaya dan agama, lebih dari siapa pun, memiliki hak untuk mengubah dan menentukan Namun, kurangnya keahlian dan kesempatan membuat kaum muda kerap terasing dari proses kemasyarakatan.
Bagaimana kamu menjadi bagian dari masyarakat yang aktif membangun demokrasi? Apa artinya menjadi warga negara bagimu? Bagaimana kamu menyampaikan pendapat, membuka saluran ekspresi, dan mendorong partisipasi masyarakat untuk membenahi persoalan yang ada di lingkunganmu?
Pastikan memulai esai Anda dengan menggambarkan situasi lokal di wilayahmu, juga mengeksplorasi gagasan orisinil yang dilakukan kaum muda dalam membenahi kondisi daerah.

Tema : “Nasionalisme di mata saya”

untuk keterangan lebih lanjut langsung saja ke situs lombanya disini.


Baca Selengkapnya......

Minggu, 06 September 2009

Laptop Gratis Untuk Mahasiswa

Tidak sengaja saya browsing di internet..eh..dapat deh. situs ini..mereka menyediakan laptop gratis bagi member yang bisa ngumpulin poin sebanyak 195 atau 295. lho ko dua jenis? yah karena jensi laptonya juga dua. untuk keterangan lebih lanjut klik disini
yah, yang namanya gratis pun perlu perjuangan friend. yang jelas segala sesuatu memang begitu.tiap hari mereka hanya kasi satu poin so, sekitar 200 hari deh baru dapat laptopnya tapi ga papalah sebagai usaha sampingan n harapan. ga ada salahnya kan sambil browsing atau buka FB nengok ke member area web tersebut oke. segera banya keterangan lengkapnya disini dan jadi membernya yah..

Baca Selengkapnya......

Rabu, 02 September 2009

Dapatkan Rp. 10 Juta; ikut PKM 2009

Tentang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2009

Diumumkan kepada seluruh mahasiswa jenjang S1 dan D3 dari semua jurusan/program studi di Universitas Gunadarma dibuka kesempatan untuk mengajukan usulan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang akan didanai tahun 2009 yang diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Dirjen DIKTI Depdiknas.

Proposal yang diajukan harus berorientasi pada PKM Penelitian (PKMP), PKM Pengabdian Masyarakat (PKMM), PKM Kewirausahaan (PKMK), dan PKM Penerapan Teknologi (PKMT).

Persyaratan:
1. Setiap proposal dibuat oleh kelompok mahasiswa,


2. Tiap kelompok terdiri dari 3-5 orang mahasiswa yang berasal dari paling sedikit dua angkatan berbeda,
3. Kelompok mahasiswa dapat berasal dari bidang studi yang berbeda atau dari program studi yang sama,
4. Mahasiswa anggota kelompok pengusul harus terdaftar aktif di semester 1-5 (mahasiswa D3) atau semester 1-7 (mahasiswa S1) pada PTA 2008/2009,
5. Penyusunan proposal dilakukan di bawah bimbingan 1 (satu) dosen pendamping,
6. Mengikuti sistematika dan format penulisan yang tercantum dalam Panduan PKM di alamat http://dp2m-dikti.net.

okey..buruan...info lengkap..format penulisan proposal n segala aturan tetek bengeknya termasuk hadiahnya neeh..hee langsuung aja ke website DIKTI disini.

Baca Selengkapnya......

Selasa, 01 September 2009

Mahasiswa Kreatif

PENCITRAAN kampus sebagai sebuah inkubator --tempat melahirkan mahasiswa intelektual nan kreatif-- berjiwa kewirausahaan (entrepreneurship), masih jarang dijumpai sampai detik ini. Bila jeli menangkap peluang, mahasiswa bisa berbuat untuk mengembangkan keterampilannya (life skills) sembari kuliah. Misalnya, menjadi tenaga kerja part-timer, atau aktivitas bisnis lainnya. Bukan itu saja, dengan menekuni dunia kerja sembari kuliah, bermakna ganda. Memberi keuntungan finansial sekaligus life skills.
Ironisnya, perguruan tinggi (PT), setiap tahun melahirkan sarjana pengangguran; kuantitasnya ribuan orang. Bila dikalkulasi, jumlah pengangguran yang notabene sarjana, dapat mencapai angka ratusan ribu. Ini pun baru diprediksikan, belum ada data penelitian terkini akan hal itu. Wajar kiranya, jika timbul pandangan miring yang menganggap kampus hanya "sarang pengangguran" (intellectual unemployments).
Mental bisnis bagi mahasiswa, akan semakin terasah, kala jeli mengamati hiruk-pikuk kehidupan kampus serta sekitarnya. Di kala sistem penerimaan mahasiswa baru (SPMB); ada banyak bisnis yang dapat dikerjakan. Apalagi masa SPMB bertepatan dengan masa liburan semester. Sehingga, mereka mempunyai banyak waktu melakukan bisnis ini. Mulai dari bisnis kecil-kecilan--menjadi penjual soal SPMB, makelar jasa info kos, menjual keperluan anak kos, menjadi guru privat, dan masih banyak lagi.
Sebenarnya, banyak bisnis yang dapat dimasuki seorang mahasiswa, sambil berkuliah. Mahasiswa yang cukup kreatif, akan lebih memilih berpikir dengan memaksimalkan fungsi otak, guna meraih cita-citanya. Bisa saja, di sela-sela kuliah, mereka meluangkan waktu khusus di perpustakaan --untuk membuat artikel/opini untuk dikirim ke media massa cetak. Hemat penulis, kegiatan ini tidaklah terlalu menguras tenaga --mudah dilakukan semua mahasiswa. Bila artikel termuat media, di samping mendapat honor dari redaksi, penulis masih memperoleh insentif yang ghalibnya dari pihak kampus/rektorat.

Masih asing

Mahasiswa berbisnis, tampaknya masih asing di telinga masyarakat. Termasuk bagi kalangan praktisi pendidikan dan menganggap mahasiswa berbisnis hanyalah menjadi "penghalang" dalam tradisi intelektual di kampus. Pasalnya, selama ini, sosok mahasiswa masih ditransliterasikan secara linier sebagai "siswa senior" yang bertugas belajar di kelas --tidak lebih dan tak kurang. Memang tidaklah salah persepsi tersebut. Hanya saja, ada something lost (sesuatu yang hilang) dalam mereposisikan sosok yang bernama mahasiswa.

Kehidupan mahasiswa, merupakan masa pergulatan batin antara dunia idealitas, obsesi, harapan, dan realitas. Karakteristik mahasiswa yang berjiwa dinamis, kreatif, serta inovatif, menjadi gambaran mahasiswa idaman. Sayangnya, realitas mengatakan lain. Banyak dijumpai, justru para mahasiswa/i menjadi anak manja; selalu menggantungkan hidup dari "kiriman" orang tuanya. Padahal, secara fisiologis-psikologisnya, usia mahasiswa yang lebih dari 18 tahun, seharusnya sudah mampu hidup mandiri --tanpa bergantung pada orang lain.

Memang benar, pengangguran masih menjadi momok menakutkan, bahkan menjadi masalah nasional. Tingginya aksi kriminalitas, merebaknya prostitusi, kasus TKI ilegal dan semacamnya, bisa jadi merupakan akumulasi letupan akibat dari banyaknya pengangguran di tanah air. Terasa aneh rasanya, kalau ada mahasiswa sebagai sosok intelektuaL, tak mampu mengatasi masalah pengangguran, justru menjadi bagian dari pengangguran itu sendiri.

Tercatat para jutawan, sebut saja Purdi E. Chandra, memulai bisnisnya ketika berstatus mahasiswa. Fenomena yang terjadi saat ini, para mahasiswa hanya menjadi penikmat; berpenampilan perlente, hidup berfoya-foya ala hipies. Dapat dipastikan, bila budaya ini tetap digandrungi mahasiswa niscaya pengangguran nasional melonjak drastis. Penciptaan mahasiswa yang kreatif, inovatif, berjiwa entrepreneur, membutuhkan kesadaran bersama, baik dari dosen, rektor, birokrat pendidikan, mahasiwa, swasta, dan masyarakat sendiri.***

Baca Selengkapnya......